Pinjaman itu diberikan karena dinilai, kualitas udara di China telah mencapai tingkat yang serius dan sangat membahayakan.
"Bantuan dari kami akan membantu China mengurangi emisi dan memperkuat kerangka peraturan terkait lingkungan serta kapasitas pemantauan lingkungan dan penegakkan hukum," kata spesialis pembangunan perkotaan ADB Satoshi Ishii seperti dimuat
BBC (Jumat, 11/12).
"Kualitas udara yang lebih baik akan menguntungkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, baik di dalam maupun luar kasawan," sambungnya.
Pinjaman dari ADB tersebut dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan batubara di China. Pinjaman ini akan menargetkan kota Beijing dan sekitarnya termasuk Hebie dan Tianjin.
China diketahui merupakan salah satu negara penyumbang polusi terbesar dunia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: