
Rangkaian teror yang terjadi di Paris, Prancis, kemungkinan besar bukan teror terakhir yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS.
Setidaknya hal itu yang diperingatkan oleh direktur badan intelijen Amerika Serikat (CIA) John Brennan awal pekan ini. In menuturkan bahwa ISIS bisa jadi telah mempersiapkan rencana operasi teror dan serangan serupa lainnya.
"Saya hendak mengantisipasi bahwa ini bukan satu-satunya operasi yang dimiliki ISIS," kata Brennan dalam pidatonya di Policy Institute seperti dimuat
Reuters.
Ia menambahkan bahwa pihak keamanan serta intelijen Eropa saat ini tengah bekerja keras untuk menyelediki kemungkinan adanya serangan semacam itu.
Pernyataan Brennan muncul menyusul upaya Prancus, Belgia dan sejumlah negara Eropa lainnya dalam mengusut kasus serangkaian teror yang terjadi di Paris pada Jumat (13/11) pekan lalu.
Serangan mematikan itu berupa aksi penembakan membabi buta serta peledakan bom di gedung konser, stadium olahraga, restauran serta bar yang berada di Paris. Tak kurang dari 129 nyawa melayang akibat serangan tersebut.
Kelompok militan ISIS sendiri telah mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: