
Sepeninggal Lee Kuan Yew, pendiri Singapura, bulan Maret lalu, partai oposisi di negara pulau itu kelihatannya mendapatkan momentum emas untuk merebut kekuasaan.
Straits Times melaporkan, lima partai oposisi Singapura telah berhasil mengatasi perbedaan mereka selama ini dan sepakat untuk menyatukan kekuatan menghadapi Partai Aksi Rakyat atau PAP dalam pemilihan umum mendatang.
Kemarin (Senin, 10/8), Partai Solidaritas Nasional (NSP) dan Partai Singapura Pertama (Singfirst) mengumumkan pengunduran diri mereka dalam pertarungan memperebutkan kursi di beberapa daerah pemilihan. Langkah ini dilakukan untuk menyatukan suara partai-partai oposisi.
Pemimpin partai-partai oposisi juga disebutkan mulai menyadari bahwa pertarungan di antara mereka dalam memperbutkan kursi di daerah-daerah pemilihan tertentu hanya menguntungkan PAP.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: