Tetapi jauh lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 2,8 persen.
Demikian dilaporkan
Straits Times hari ini (Selasa, 11/8) mengutip informasi resmi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan dan Industri.
Situasi ini memaksa Kementerian Perdagangan dan Perindustrian menurunkan target pertumbuhan hingga akhir tahun 2015 ini, hanya pada kisaran 2 hingga 2,5 persen.
Sebelumnya, pada kuartal pertama, pemerintah Singapura memperkirakan pada akhir tahun pertumbuhan ekonomi negara itu bisa mencapai 4 persen.
Disebutkan bahwa ada dua faktor yang mendorong pelemahan ekonomi Singapura. Pertama, pertumbuhan ekonomi China yang juga melemah dan kedua perbaikan ekonomi dunia yang lambat.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua ini lebih tinggi dari perkiraan survei ekonomi
Reuters yakni 1,5 persen.
[dem]>
BERITA TERKAIT: