Akibatnya, para korban mengalami cedera, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Pria tersebut diketahui bernama Yishai Schlissel. Ia merupakan seorang Yahudi Ultra-Ortodoks yang juga pernah melakukan penikaman yang sama pada parade tahun 2005 lalu. Pada saat itu, ia menikam tiga orang yang ikut serta dalam parade.
Usai melakukan penyerangan tahun 2005 lalu, Schlissel dipenjara dan baru saja dibebaskan dari penjara tiga minggu lalu.
Schlissel muncul secara tiba-tiba di antara para demonstran dan ia menusuk para korban dari belakang sambil berteriak.
Namun demikian, penyerangan tersebut tak serta merta menghentikan parade. Usai pelaku ditangkap dan para korban dilarikan ke rumah sakit, parade tersebut kembali dilanjutkan.
Menanggapi insiden itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam serangan dan menyebutnya sebagai insiden yang paling serius.
"Di negara Israel kebebasan pilihan individu adalah salah satu nilai-nilai dasar. Kita harus memastikan bahwa di Israel, setiap pria dan wanita tinggal dengan rasa aman dengan cara apapun yang mereka pilih. Itulah cara kita bertindak di masa lalu dan bagaimana kita akan terus untuk bertindak. saya berharap yang terluka cepat sembuh," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
BBC (Jumat, 31/7)..
[mel]
BERITA TERKAIT: