"Kami percaya bahwa Amerika Serikat tidak ingin menyelesaikan krisis melainkan ingin mengelola krisis," kata Qais dalam sebuah wawancara dengan
Reuters (Rabu, 28/7).
Ia malah menuding bahwa campur tangan Amerika Serikat bukanlah untuk mengakhiri ulah ISIS, melainkan untuk mengeksploitasi ISIS untuk mencapai tujuan proyek di Irak.
"Proyek Amerika di Irak adalah partisi ulang wilayah tersebut," sambungnya,
Khazali mengatakan kepada koalisi pimpinan Amerika Serikat gagal meningkatkan jumlah serangan udara dari waktu ke waktu.
Asaib merupakan salah satu kelompok militan Syiah yang menjadi garda terdepan yang mengorganisir relawan yang hendak terlibat dalam upaya memberantas ISIS.
"Sekarang proyek Amerika sedang mencoba setidaknya untuk membatasi kehadiran Hashid Shaabi ke perbatasan Fallujah dan Ramadi tidak mencapai. Ini adalah besarnya tekanan dari pimpinan Amerika Sekitar kepada perdana menteri Irak," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: