Perlu diketahui Terowongan Channel tersebut beroperasi untuk menghubungkan Inggris dan Perancis.
Menurut keterangan operator terowongan tersebut, Eurotunnel, saat ditemukan, sejumlah migran ditemukan dalam kondisi terluka. Mereka masuk ke terowongan tersebut antara tengah malam hingga jam 6 pahi dengan cara memanjat atau merusak pagar.
"Ini adalah upaya serangan terbesar dalam sebuhlan terakhir," kata juru bicara Eurotunnel.
"Kejadian semacam ini berlangsung pada hampir setiap malam," sambungnya seperti dimuat
BBC (Rabu, 29/7).
Ulah yang dilakukan para migran untuk menyelundup lewat terowongan tersebut menanggu operasional kereta yang dijalankan Eurotunnel melalui terowongan tersebut.
Insiden terbaru yang terjadi di terowongan itu adalah ketika tubuh seorang migran ditemukan di atap kereta Eurotunnel di terminal di Folkestone, Inggris selatan.
Sejak awal juli tahun ini saja setidaknya ada 3.000 migran yang umumnya berasal dari Ethiopia, Eritrea, Sudan dan Afghanistan berkemah di Calais dan mencoba untuk melintasi terowongan.
[mel]
BERITA TERKAIT: