Keputusan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mahlab dalam sebuah surat perintah yang dikeluarkan pada Sabtu (25/7).
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa perpanjangan status darurat itu akan diterapkan di wilayah Rafah, al-Arish, Sheikh Zuweid dan sekitarnya mulai hari ini (Minggu, 26/7).
Selain memperpanjang status darurat, seperti dimuat
Channel News Asia, jam malam di wilayah tersebut diperpanjang di wilayah yang sama.
Langkah itu dilakukan mengingat semakin meningkatnya serangan di wilayah semenanjung yang berbatasan dengan Israel, Gaza, dan Terusan Suez tersebut. Langkah itu diambil setelah 33 personel keamanan Mesir tewas dalam serangan yang terjadi akhir Oktober tahun lalu di sebuah pos pemeriksaan di Sinai Utara.
Sejak saat itu, status darurat diberlakukan selama tiga bulan pertama dan kemudian dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya dan seterusnya hingga saat ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: