Begitu kata Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov seperti dimuat
Press TV (Jumat, 24/7).
Ia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang dijalankan oleh badan khusus PBB, UNRWA diperkirakan tidak bisa dibuka pada musim ini karena kekurangan dana.
"Kurangnya pendaan akan memiliki implikasi serius bagi anak-anak Palestina dan pengungsi di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriag, serta untuk stabilitas dan keamanan wilayah yang sudah berada dalam keadaan kacau," kata Mladenov di hadapan Dewan Keamanan PBB.
UNRWA mencatat, lebih dari 1,5 juta warga Palestina tinggal di 58 kamp pengungsi yang diakui di Yordania, Lebanon, Suriah, Jalur Gaza, dan Tepi Barat.
Namun UNRWA saat ini menghadapi krisi terbesar sejak didirikan tahun 1949 lalu. Hal itu sekaligus menghambat proses pendidikan di sekolah-sekolah Gaza.
[mel]
BERITA TERKAIT: