Mitsubishi Minta Maaf Pernah Jadikan Tentara AS Pekerja Paksa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 20 Juli 2015, 11:43 WIB
Mitsubishi Minta Maaf Pernah Jadikan Tentara AS Pekerja Paksa
Mitsubishi/net
rmol news logo Salah satu perusahaan otomotif raksasa asal Jepang, Mitsubishi meminta maaf secara resmi karena pernah menggunakan tentara Amerika Serikat yang ditahan sebagai buruh paksa selama Perang Dunis Kedua.

"Hari ini kami mohon maaf dengan penuh penyesalan atas peristiwa tragis di masa lalu kita," kata Senior Executive Officer Mitsubishi Hikaru Kimura dalam sebuah upacara khusus di museum Simon Wiesenthal Center di Los Angeles pada Minggu (19/7).

Secara keseluruhan, ada sekitar 12 ribu tahanan Perang Amerika Serikat (POW) yang melakukan kerja paksa di bawah pemerintahan Jepang demi membantu perusahaan swasta untuk mengisi kekurangan tenaga kerja semasa perang. Lebih dari 1.100 di antaranya tewas akibat kerja paksa.

Menurut pusat penelitian Asia Policy Point, sebanyak enam kamp tawana perang di Jepang memiliki keterkaitan dengan konglomerat Mitsubishi. Enam kamp itu menampung sekitar 2.041 tahanan, lebih dari 1.000 di antaranya adalah warga negara Amerika Serikat.

Pasca Perang Dunia Kedua usai, sejumlah tahanan dibebaskan. Sementara itu permintaan maaf juga pernah dikeluarkan oleh sejumlah Perdana Menteri yang memimpin Jepang. Namun permintaan maaf dari pihak perusahaan baru kali pertama dilakukan oleh pihak Mitsubishi.

Permintaan maaf itu dikeluarkan jelang 70 tahun berakhirnya perang. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA