Kekurangan Bahan Bakar Perburuk Krisis di Yaman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 14 Juli 2015, 15:23 WIB
Kekurangan Bahan Bakar Perburuk Krisis di Yaman
ilustrasi/net
rmol news logo Masalah kekurangan bahan bakar di wilayah Yaman yang dilanda perang ikut berperan dalam menyebabkan lebih banyak kasus kematian.

Menurut keterangan lembaga bantuan internasional, Oxfam pada Selasa (14/7), kurangnya bahan bakar terjadi karena pasokan terhalang pertempuran dan adanya pembatasan impor. Hal itu juga ikut mempengaruhi pengiriman makanan, pasokan air, dan layanan kesehatan bagi sebagian besar penduduk Yaman.

"Di Yaman, bahan bakar sangat penting," kata direktur Oxfam untuk Yaman Philippe Clerc seperti dimuat Reuters.

"Tanpa kecukupan pasokan itu, pompa air tidak lagi beroperasi, serta pasokan makanan dan obat-obatan yang terbatas di pelabuhan utama Yaman juga rusak sehingga tidak dapat diangkut ke 21 juta orang yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Sejak konflik berkecamuk akhir Maret lalu, Yaman diketahui mengimpor sebagian besar bahan bakar dan 90 persen makanan. Namun blokade atas impor Yaman menghambat aliran pasokan tersebut.

Menurut Badan Kemanusiaan PBB OCHA, sejak pertempuran intensif pada akhir Maret lalu hanya seperlima dari bahan bakar yang dibutuhkan yang masuk ke Yaman. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA