Menurut keterangan lembaga bantuan internasional, Oxfam pada Selasa (14/7), kurangnya bahan bakar terjadi karena pasokan terhalang pertempuran dan adanya pembatasan impor. Hal itu juga ikut mempengaruhi pengiriman makanan, pasokan air, dan layanan kesehatan bagi sebagian besar penduduk Yaman.
"Di Yaman, bahan bakar sangat penting," kata direktur Oxfam untuk Yaman Philippe Clerc seperti dimuat
Reuters.
"Tanpa kecukupan pasokan itu, pompa air tidak lagi beroperasi, serta pasokan makanan dan obat-obatan yang terbatas di pelabuhan utama Yaman juga rusak sehingga tidak dapat diangkut ke 21 juta orang yang membutuhkan bantuan," sambungnya.
Sejak konflik berkecamuk akhir Maret lalu, Yaman diketahui mengimpor sebagian besar bahan bakar dan 90 persen makanan. Namun blokade atas impor Yaman menghambat aliran pasokan tersebut.
Menurut Badan Kemanusiaan PBB OCHA, sejak pertempuran intensif pada akhir Maret lalu hanya seperlima dari bahan bakar yang dibutuhkan yang masuk ke Yaman.
[mel]
BERITA TERKAIT: