Begitu kata pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh partai di mana ia bernaung, Partai Keadilan Rakyat pada Selasa (14/7).
Pernyataan itu dibuat Anwar di tengah tuduhan korupsi yang menyenggol Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, Perdana Menteri yang berkuasa menjalani penyelidikan atas penyalahgunaan dana," kata Anwar.
"Dari balik tembok penjara ini, saya merasa prihatin dan khawatir atas negara saya," sambungnya seperti dimuat
Channel News Asia.
Anwar Ibrahim sendiri diketahui saat ini masih menjalani hukuman penjara selama lima tahun atas kasus sodomi yang menjeratnya.
Perdana Menteri Najib Razak sendiri telah membantah tuduhan yang dijeratkan padanya itu. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan dana publik untuk kepentingan pribadi.
Sementara itu Anwar menyerukan agar Malaysia mengambil langkah segera untuk membawa perubahan, termasuk dalam reformasi lembaga-lembaga kunci seperti peradilan dan kepolisian, mereformasi sistem pemilu dan membatalkan sejumlah aturan hukum represif yang memutarbalikkan demokrasi dan menahan suara yang rakyat.
[mel]
BERITA TERKAIT: