Penangkapan Garner sendiri diketahui terjadi pada 17 Juli lalu di luar sebuah toko di Staten Island. Ia ditangkap karena diduga menjual rokok tak berpajak.
Dalam sebuah video amatir yang diambil saat kejadian, penangkapan Garner diwarnai dengan kekerasan. Garner sempat berdebat dengan polisi dan menolak untuk diborgol. Salah seorang petugas polisi kemudian memegang bagian leher Garner hingga tampak seperti mencekik agar ia tidak bisa berkutik.
Namun Garner yang memiliki asma kemudian berteriak "Aku tidak bisa bernafas". Kalimat itulah yang kemudian dijadikan slogan bagi warga yang protes atas kematian Garner.
Garner sendiri segera dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kematian Garner kemudian menjadi salah satu dari sejumlah kasus kontroversial di negeri paman Sam di mana orang kulit hitam tak bersenjata tewas oleh polisi berkulit putih.
Menyusul kematian Garner, pihak keluarga kemudian mengajukan gugatan terhadap pengadilan New York. Mereka menuntut 75 juta dolar AS atas kematian Garner.
Namun pada Senin (13/7), New York hanya memutuskan untuk membayar 5,9 juta dolar AS kepada keluarga Garner.
Putusan itu dibuat menyusul investigasi kantor pemeriksa medis yang menemukan bahwa kematian Garner adalah pembunuhan dan disebabkan oleh kompresi dada dan posisi rentan selama pengekangan fisik oleh polisi. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: