Peningkatan tersebut menjadi angin segar bagi negeri tirai bambu setelah mengalami penurunan hingga 6,4 persen pada April lalu.
Begitu bunyi data yang dirilis oleh bea cukai Tiongkok seperti dilansir
China Daily pada Senin (13/7).
Kendati mengalami peningkatan ekspor, namun hal serupa tidak terjadi pada sektro impor. Angka impor Tiongkok turun sebesar 6,7 persen menjadi 890,67 miliar yuan pada bulan lalu. Hal itu menyebabkan terjadinya percepatan pertumbuhan surplus perdagangan bulanan.
Perlu diketahui, dalam enam bulan pertama, nilai total perdagangan luar negeri Tiongkok menyentuh angka 11,53 triliun yuan atau turun 6,9 persen bila dibandingkan dengan periode pertama tahun lalu.
"Krisis utang Yunani kemungkinan akan mempengaruhi ekspor Tiongkok, tetapi sulit untuk memprediksi efek yang tepat," kata juru bicara Bea Cukai Tiongkok, Huang Songping.
[mel]
BERITA TERKAIT: