Tolak Ekspansi Bandara, Aktivis Lingkungan Ganggu Jadwal Penerbangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 13 Juli 2015, 14:07 WIB
Tolak Ekspansi Bandara, Aktivis Lingkungan Ganggu Jadwal Penerbangan
aksi aktivis lingkungan di inggris/net
rmol news logo Aksi 12 aktivis lingkungan hidup menggangu jadwal penerbangan di Bandara Heathrow, London, Inggris pada Minggu (12/7).

Pasalnya, para aktivis masuk ke landasan pacu bandara dengan memanjat pagar sehingga menggangu penerbangan. Akibatnya, pihak bandara terpaksa melakukan penundaan jadwal penerbangan selama beberapa jam demi alasan keamanan. Namun landasan pacu di bagian selatan tetap beroperasi dengan normal.

Dalam sebuah video yang diposting secara online, tampak sejumlah aktivis mengikat diri mereka sendiri dengan rantai bersama-sama di pagar landasan pacu bandara.

Aksi nekad tersebut dilakukan oleh para aktivis sebagai bentuk protes atas rencana perluasan bandara. Mereka menilai, perluasan bandara akan memberikan dampak negatif pada perubahan iklim.

"Kami meminta maaf kepada siapapun yang terganggu dengan aksi kami. Kami tidak hendak mengatakan bahwa semua orang yang ingin terbang adalah orang jahat," kata salah seorang aktivis Ella Gilbert seperti dimuat BBC.

"Ini adalah bentuk protes kepada orang-orang yang sering melakukan penerbangan tidak perlu sehingga memicu kebutuhan untuk ekspansi bandara. Dan kita tidak bisa terus mengabaikan konsekuensi menakutkan seperti tidak ada kesempatan untuk kembali terbang esok hari" sambungnya.

Diketahui dalam sebuah laporan 1 Juli lalu, muncul rekomendasi untuk melakukan pembangunan landasan pacu baru di Heathrow. Komisi Bandara mengatakan bahwa Heathrow memerlukan kapasitas dan perbaikan lebih.

Namun demikian, aktivis lingkungan hidup menilai bahwa pembangunan landasan pacu baru hanya akan mempersulit wilayah untuk mengurangi polusi udara dan emisi perubahan iklim. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA