Jerman Khawatir dengan Tren Wanita Muda Gabung ISIS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 25 Juni 2015, 15:14 WIB
Jerman Khawatir dengan Tren Wanita Muda Gabung ISIS
ilustrasi/net
rmol news logo Kantor Perlindungan Konstitusi Federal Jerman atau BfV menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya jumlah perempuan Jerman yang telah melakukan melakukan perjalanan berbahaya ke Irak dan Suriah.

Presiden BfV Hans-Georg Maassen di Berlin pada Rabu (24/6) menyoroti tren di mana wanita di bawah usia 25 tahun bergabung dengan kelompok militan ISIS.

Ia menjelaskan, sekitar 100 dari 700 warga Jerman yang saat ini bergabung dengan kelompok militan ISIS adalah wanita. Hampir setengah di antaranya berusia di bawah 25 tahun.

"Kita melihat adanya peningkatan jumlah wanita yang tertarik untuk terlibat kegiatan perekrutan baik di internet maupun melalui kontak pribadi langsung," kata Maassen seperti dimuat Press TV.

Maassen juga mengatakan bahwa sekitar 100 warga Jerman yang bergabung dengan ISIS tewas dalam aksi teror di Irak dan Suriah.

Hampir sepertiga dari warga Jerman yang bergabung dengan ISIS telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Sebelumnya pada akhir Maret, BfV memperingatkan bahwa ISIS memikat gadis dan wanita Jerman dengan cara-cara romantis dan kemudian menikahkan mereka dengan militan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA