Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tahap awal upaya mengakhiri konflik bersenjata yang terjadi di wilayah tersebut sejak beberapa dekade terakhir.
Proses penyerahan tersebut dilakukan di wilayah kepulauan selatan yang juga merupakan pulau terbesar di Mindanao. Proses tersebut menandai dimulainya program dekomisioning untuk kelompok pemberontak sebagai isyarat simbolis komitmen MILF untuk bekerja dengan pemerintah nasional demi mencapai perdamaian abadi.
Dalam acara penyerahan, Presiden Filipina Benigno Aquino ikut hadir sebagai tamu kehormatan.
Sebagai imbalan, sebagaimana tertera dalam perjanjian damai, mantan militan MILF akan diberikan uang tunai dan diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sehari-hari. Hal itu bertujuan agar mereka bisa mencari penghasilan legal.
Perlu diketahui, setelah perundingan selama 17 tahun, pemerintah Filipina dan MILF pada Oktober 2012 lalu sepakat untuk membangun kerangka kerja perjanjian damai,
Kedua pihak pada Maret tahun lalu pun diketahui menandatangani Perjanjian Komprehensif di Bangsamoro. Sebagai tindak lanjut, pemerintah Filipina juga terus bekerja pada Undang-Undang Dasar yang akan menggantikan Wilayah Otonomi Muslim Mindanao dengan Daerah Otonomi Bangsamoro. Demikian seperti dimuat
Channel News Asia.
[mel]
BERITA TERKAIT: