Hal itu disampaikan dalam pertemuan Menteri-menteri Dalam Negeri negara-negara Uni Eropa di Luxembourg pada hari ini (Selasa, 16/6). Pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi atas penanganan krisis migran di Mediterania, dengan Italia mengancam respon yang kuat jika tidak ada kesepakatan tercapai.
Isu kunci dari pertemuan itu adalah rencana untuk mendistribusikan pencari suaka lebih merata di 28 negara Uni Eropa.
Dalam kesempatan terpisah, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan, bila pertemuan tersebut tidak membuahkan kesepakatan berarti, Italia siap mengadopsi rencana B yang akan memberikan dampak buruk bagi Eropa.
Rencana B yang dimaksudkan adalah, Italia akan mulai mengeluarkan visa sementara bagi para migran agar mereka bisa melakukan perjalanan ke semua negara di Eropa yang menerapkan peraturan Schengen.
"Jika Dewan Eropa memilih solidaritas, maka baik. Jika tidak, kami memiliki Rencana B. Tapi itu akan menjadi luka yang diderita Eropa," ujarnya seperti dimuat
BBC.
Kendati ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal rincian Rencana B, namun diduga, dalam rencana itu Italia akan menolak memberikan izin agar migran yang diselamatkan oleh angkatan laut asing untuk berlabuh di pantainya.
Perlu diketahui, karena letak geografisnya, Italia dan Yunani kerap menjadi pintu masuk dan tempat berlabuh para migran yang datang dari Afrika maupun Timur Tengah melalui Mediterania.
Italia dan Yunani kewalahan menampung para migran dan menyerukan agar negara eropa lainnya juga ikut berbagi beban tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: