"Saya berharap pekan ini dimulai awal dari akhir pertempuran," kata Ban seperti dimuat
AFP (Senin, 15/6).
"Ramadhan akan dimulai dalam dua hari ke depan," tambah Ban.
Ia menekankan, bulan suci bagi umat muslim itu haruslah dimanfaatkan untuk melakukan rekonsiliasi damai dan harmoni.
"Saya telah menekankan pentingnya jeda kemanusiaan lain untuk setidaknya dua minggu," tegas Ban.
Selain itu, sejumlah kelompok yang terlibat dalam pertikaian di Yaman pun pekan ini mengadakan pembicaraan damai di Jenewa Swiss. Ia berharap, pembicaraan tersebut bisa menghasilkan kesepakatan yang signifikan.
"Hari ini, keberadaan Yaman tergantung pada keseimbangan," sambungnya.
Karena itulah ia menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam pertikaian di Yaman untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata lokal dengan menarik kelompok bersenjata di kota-kota.
PBB sendiri telah menggambarkan krisis kemanusiaan di Yaman sebagai bencana. 80 persen dari populasi di Yaman atau setara dengan 20 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak.
[mel]
BERITA TERKAIT: