Jelang Pembahasan Paket Reformasi Pemilu, Kantor Pemerintahan Hong Kong Dijaga Ketat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 16 Juni 2015, 12:23 WIB
Jelang Pembahasan Paket Reformasi Pemilu, Kantor Pemerintahan Hong Kong Dijaga Ketat
aktivis pro demokrasi hong kong/net
rmol news logo Puluhan polisi bersiaga dan memperketat keamanan di sekitar kantor pusat pemerintahan Hong Kong pada hari ini (Selasa, 16/6).

Langkah itu diambil menyusul ditangkapnya 10 orang atas tuduhan konspirasi. Mereka kedapatan yang membawa senjata dan bahan peledak.

Bahan peledak itu diduga hendak digunakan jelang pembahasan soal pemungutan suara dalam paket reformasi pemilu yang didukung Tiongkok pada pekan ini.

Media Hong Kong seperti dirujuk Reuters melaporkan bahwa sebagian dari 10 orang yang ditangkap itu merupakan bagian dari kelompok yang menamakan diri Partai Independen Nasional. Kelompok minoritas tersebut, menurut laman Facebook-nya, didirikan pada bulan Januari lalu.

Awal Juni lalu, kelompok tersebut dalam postingannya memperingatkan bahwa bila paket reformasi pemilu yang didukung Tiongkok diloloskan oleh parlemen, maka Hong Kong harus secara mental siap menyaksikan jatuhnya korban jiwa.

Belum ada keterangan lebih lanjut soal kelompok tersebut.

Perlu diketahui, legislatif Hong Kong akan memulai perdebatan tentang paket reformasi pemilu di Dewa Legislatif pada besok hari (Rabu, 17/6) dan rencana pemungutan suara pada akhir pekan.

Paket resormasi pemilu itu menjadi sorotan para kelompok aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang sejak beberapa bulan lalu kerap turun ke jalan menentang intervensi Tiongkok dalam pemilihan orang nomor 1 di Hong Kong itu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA