Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran, konsultasi teknis, dan bentuk kerjasama lainnya, termasuk penyebaran pakar di seluruh wilayah di Asia Tenggara, serta pelatihan, studi banding, seminar, dan lokakarya bersama.
Selain bertukar dan menggunakan profesional di lapangan, FAO dan Singapura juga akan bekerja sama dalam mengembangkan kebijakan pangan, menciptakan program penelitian pertanian dan materi pelatihan, serta menyebarluaskan teknologi baru.
"Kami berharap dapat memperkuat kerjasama dengan FAO pada keamanan pangan, serta di daerah-daerah yang membutuhkan keamanan pangan serta kesehatan hewan dan tanaman," kata Menteri Negara Pembangunan Nasional Maliki Osman.
"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan ketahanan pangan Singapura, dan menunjukkan komitmen kami untuk memberikan kontribusi ketahanan pangan secara global terutama melalui penelitian dan pengembangan teknologi," tandasnya seperti dimuat
Channel New Asia.
[mel]
BERITA TERKAIT: