Jumlah tersebut lebih sedikit dari rencana pembelian sebelumnya yakni 126 jet tempur dari perusahaan Perancis Dassault.
"Kami tidak membeli sisanya. Kami hanya membeli 36 buah," ujarnya seperti dimuat
AFP (Senin, 1/6)
Selama kunjungan ke Perancis April lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan bahwa pihaknya telah memesan 36 buah jet tempur siap terbang. Kesepakatan pembelian bernilai 5,5 miliar dolar AS disusul dengan negosiasi panjang soal pembelian lanjutan.
Namun akhirnya India hanya membeli 36 jet tempur dari sebelumnya 126 yang direncanakan. Hal itu terjadi karena adanya kebuntuan negosiasi soal harga dan jaminan perakitan.
Parrikar sendiri tidak mengatakan bahwa kesepakatan harga yang dibuat terlalu tinggi. Namuan ia menjelaskan bahwa pembelian lebih banyak jet tersebut akan meniup anggaran pengadaan Kementerian Pertahanan India.
"Saya juga merasa seperti memiliki BMW dan Mercedes. Tapi saya tidak melakukannya. Pertama karena saya tidak bisa membelinya dan kedua saya tidak membutuhkannya," kata Parrikar memberikan ilustrasi.
Ia menyebut bahwa pihaknya telah membentuk komite untuk memastikan bahwa pembelian 36 jet tempur itu akan selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
India sendiri diketahui dalam beberapa tahun terakhir meluncurkan program modernisasi pertahanan besar senilai 100 miliar dolar AS sebagian untuk bersaing dengan tetangga saingan Pakistan dan Tiongkok.
[mel]
BERITA TERKAIT: