Hal itu diungkapkan oleh konsultan ginekolog Profesor Geeta Nargund dalam surat berdana keras yang dilayangkan kepada Menteri Pendidikan Inggris Nicky Morgan.
Bukan hanya itu, ia pun menuntut agar remaja diajarkan soal bahaya yang mengancam bila menunda untuk memiliki anak. Profesor Nargund menekankan bahwa masalah kesuburan harus dimasukkan dalam kurikulum nasional.
"Saya telah terlalu sering menyaksikan penderitaan di wajah perempuan yang menyadari bahwa mereka terlambat untuk memulai sebuah keluarga," kata Prof Nargund dalam surat surat tersebut seperti dimuat
Daily Mail (Minggu, 31/5).
Ia menambahkan bahwa idealnya, jika seorang perempuan siap untuk memiliki anak, maka ia harus mempertimbangkan untuk memulainya sebelum usia 30 tahun karena semakin bertambah tua, kesuburan wanita menurun tajam.
Selain itu, bila perempuan mulai berencana memiliki anak lebih awal, maka dokter masih memiliki waktu untuk mendiagnosa dan mengambil tindakan bila ditemukan masalah sebelum semakin terlambat.
[mel]