Begitu kata penasihan pemerintah Libya Abdul Basit Haroun kepada
BBC (Minggu, 17/5).
Pernyataan itu didasarkan pada temuannya saat berbincang dengan pemilik kapal di wilayah bagian Afrika Utara yang dikendalikan oleh militan.
Ia menyebut bahwa ISIS biasa menggunakan perahu kapal yang biasa digunakan oleh para imigran yang hendak pergi ke Eropa. Dengan demikian pihak kepolisian Eropa tidak bisa mendeteksi siapa di antara para imigran itu yang benar-benar pengungsi atau militan ISIS.
Kata Haroun, ISIS mengijinkan pera operator kapal untuk beroperasi dengan meminta jatah 50 persen dari keuntungan pemilik kapal.
Hal itu, kata Haroun memicu ancaman baru di Eropa, karena militan-militan ISIS tersebut merencanakan serangan baru di Eropa.
Menurut catatan PBB sendiri, sejak beberapa bulan pertama di tahun 2015 ini ada lebih dari 1.800 orang yang diperkirakan tewas dalam perjalanan berbahaya mereka melintasi wilayah laut dengan kapal kayu kelebihan muatan untuk bisa masuk ke wilayah Eropa.
[mel]
BERITA TERKAIT: