Begitu informasi yang dibocorkan oleh kantor berita Kurdi kepada anggota parlemen Yazidi Irak bernama Sheikh Shamo.
"ISIS telah mendirikan kamp-kamp pelatihan militer untuk anak-anak Yazidi di kota Suriah Raqqa dan Tal Afar di Mosul," ujarnya seperti dimuat
Daily Mail (rabu, 13/5).
ISIS kabarnya memaksa anak-anak dan remaja untuk ikut pelatihan teror dan dipersiapkan untuk ikut berperang. Kelompok militan itu diketahui lama menggunakan tentara anak, baik sebagai pejuang garis depan maupun algojo.
"Selama beberapa bulan terakhir, banyak wanita, anak-anak, dan orang tua Yazidi yangberupaya untuk kabur dengan berbagai cara dan mereka telah tiba di wilayah Kurdi, namun kami maih yakin bahwa ada lebih dari 300 warga Yazidi lainnya yang berada di tangan ISIS," tambahnya.
ISIS sebelumnya pernah beberapa kali memposting foto yang menunjukkan anak lak-laki mengacungkan senapan di kamp-kamp pelatihan teror serta memaksa mereka untuk menembak atau memenggal kepala para tahanan. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari propaganda ISIS.
Bukan hanya itu, ISIS juga diketahui kerap menggunakan anak-anak yang menderita cacat mental dan memaksa mereka untuk melakukan bom bunuh diri ke bangunan dan pos militer.
[mel]
BERITA TERKAIT: