
Topan Noul yang membawa serta hujan lebat dan angin kencang menghantam wilayah pesisir Filipina (Minggu, 10/5). Akibatnya, dua orang tewas dan lebih dari tiga ribu lainnya terpaksa angkat kaki dari rumah mereka untuk pindah ke tempat penampungan.
Topan pertama kali menimpa wilayah pertanian padi dan jagung di wilayah Cagayan dan menumbangkn pohon-pohon serta memporak-porandakan bangunan di sekitarnya. Topan kemudian bergerak ke arah kota Aparri.
Namun kekuatan topan sedikit melemah saat memukul tanah dengan kecepatan angin 160 km/jam dekat pusat dan hembusan hingga 195 km/jam pada hari ini Senin (12/5). Topan diperkirakan akan bergerak ke utara menuju wilayah Jepang.
Badan Tropical Storm Risk yang berbasis di Inggris menurunkan topan Noul dari yang semula berada di kategori lima menjadi kategori empat.
"Topan telah bergerak, namun masalah kita sejauh ini adalah bagaimana memperbaiki apa yang telah dirusaknya," kata walikota Santa Ana town di Cagayan Darwin Tobias seperti dimuat
Channel News Asia.
Filipina diketahui merupakan negara yang rentan terkena sapuan topan. Setiap tahunnya setidaknya ada sekitar 20 topan yang menghantam. Namun kekuatan topan dalam beberapa tahun terakhir semakin mengkhawatirkan. Seperti yang terjadi pada tahun 2013 lalu saat Filipina diterjang topan Haiyan dan menewaskan lebih dari delapan ribu jiwa.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: