Kesepakatan itu dibuat dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop ke Iran akhir pekan lalu.
Usai bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani, Bishop menjelaskan bahwa kesepakatan yang dibuat memperbolehkan Australia untuk mengakses informasi yang dikumpulkan oleh mata-mata Iran di Irak.
Kata Bishop, Australia telah membangun gagasan soal berbagi informasi dengan Iran sejak tahun 2014 lalu. Gagasan itu pun semakin mendesak untuk diimplementasikan terutama setelah terjadi pengepungan 17 jam pada bulan Desember lalu. Pada saat itu, pengungsi Iran Man Haron Monis menyandera 18 orang di sebuah kafe di Sydney.
Menurutnya, kesepakatan terbaru yang dijalin kedua negara bermanfaat dalam memerangi terorisme.
"Kesepakatan itu adalah pengaturan formal di mana kami akan berbagi informasi," jelas Bishop seperti dimuat
BBC (Senin, 20/4).
Australia merupakan bagian dari pasukan internasional melawan kelompok militan ISIS.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 warga Australia yang bepergian ke Irak dan Suriah untuk berjuang bersama ISIS.
[mel]
BERITA TERKAIT: