
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos pada Jumat (17/4) menegaskan, pembicaraan damai antara pemerintah dan kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) harus memiliki batas waktu yang jelas.
Penegasan itu dibuatnya dua hari setelah FARC melanggar perjanjian gencatan senjata dengan cara menyerang sebuah kamp tentara dan menewaskan 11 orang.
"Kita harus menempatkan tenggat waktu pada proses ini dan jika (FARC) menginginkan perdamaian mereka harus menunjukkan dengan perbuatan dan tidak dengan kata-kata," tegasnya dalam pidato yang disiarkan televisi nasional kolombia.
FARC yang telah mengangkat senjata sejak tahun 1964 itu diketahui menyerukan gencatan sejata pada bulan Desember lalu dan menuntut pemerintah untuk memberikan kompensasi dengan menghentikan semua pelanggaran terhadap kelompok pemberontak tersebut.
"Kewajiban saya adalah untuk mengubah kemarahan menjadi tindakan yang akan mengakhiri perang," tegas Santos seperti dimuat
Reuters.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: