Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, tak satu pun personel Amerika Serikat yang terluka dalam insiden itu.
"Sebuah kendaraan yang dimodifikasi dengan alat peledak meledak tepat di luar pintu masuk kompleks yang dijaga ketat," kata keterangan itu.
Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Para pejuang Negara Islam meledakkan dua bom mobil di jantung ibukota Irak malam ini dan yang ketiga di Erbil," kata kelompok itu seperti dimuat
Reuters.
Erbil sendiri merupakan wilayah kelompok Kurdi Irak yang merupakan mitra penting bagi koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam kampanye menghancurkan kelompok ISIS yang menguasai sebagian besar wilayah Irak.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: