Menurut keterangan dari Asisten Menteri keamanan Publik Tiongkok Liu Yuejin seperti dimuat
CNN (Kamis, 16/4), dalam kurun waktu yang sama, pemerintah Tiongkok juga berhasil menangani sekitar 115 ribu kasus kejahatan yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang, termasuk di antaranya adalah perampokan. Bukan hanya itu, Tiongkok juga menangani sekitar 606 ribu kasus penggunaan narkoba selama kampanye nasional di seluruh Tiongkok.
Jumlah kasus itu hampir dua kali lipat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara terkait dengan jumlah narkotika yang disita meningkat sebesar 44,9 persen.
Liu menjelaskan bahwa dalam menjalankan kampenye besar-besaran itu tidaklah mudah karena adanya perlawanan dari pihak pelaku. Karena selama kampanye, setidaknya ada 9 orang tewas dan 657 orang lainnya luka-luka dengan 76 di antara terluka parah.
Setelah kampanye itu, Liu menegaskan pihaknya maish punya setumpuk pekerjaan rumah terkait dengan penyalahgunaan narkoba karena perdaganagn narkoba secara online di Tiongkok justru semakin meningkat.
Untuk itu, pihaknya telah meluncurkan kampanye online selama tiga bulan mulai bulan April ini dengan menargetkan orang-orang yang terlibat dalam kejahatan internet terkait dengan narkoba.
[mel]
BERITA TERKAIT: