Menurut keterangan presiden Somali Australian Council of Victoria, Hussein Harakow, pihak keluarga Jama telah diberitahu soal kematian anaknya pada awal pekan ini.
"Mereka sangat terkejut dan kecewa," kata Harakow seperti dimuat
CNN (Jumat, 17/4).
Menurutnya, pria berusia 25 tahun itu sebelumnya diketahui menghilang dengan seorang warga keturunan Somalia-Australia pada Agustus tahun lalu. Namun pihak keluarga sempat berhalis melakukan kontak dengan Jama dan ia mengatakan tengah berada di kota Falluja Irak dan mengaku telah ditahan ISIS.
Harakow menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak mengetahui bahwa Jama telah bergabung dengan ISIS, kendati melalui postingan sosial media ia telihat pro-ISIS.
Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri dan perdagangan Australia belum bisa mengkonfirmasi kematian Jama karena akses ke Irak dan Suriah terbatas.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: