Jelang Pemilu, Ribuan Warga Burundi Malah Kabur ke Rwanda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 16 April 2015, 12:15 WIB
Jelang Pemilu, Ribuan Warga Burundi Malah Kabur ke Rwanda
ilustrasi/net
rmol news logo Pada Rabu (15/4), Badan Pengungsi PBB mencatat setidaknya ada 5.800 pengungsi Burundi telah menyeberang ke Rwanda sepanjang bulan ini. Hal itu terjadi di tengah kekhawatiran akan ancaman keamanan yang meningkat menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada akhir tahun ini.

Perwakilan PBB di Rwanda Saber Azzam memperingatkan, bila penyelenggaraan pemilihan umum di Burundi gagal mengedepankan prinsip bebas dan adil, maka hal itu bisa kembali memicu terjadinya kekerasan mematikan di Burundi.

Ratusan warga Burundi melintasi perbatasan ke Rwanda setiap harinya untuk mengungsi. Sebagian besar di antara mereka merupakan anak-anak.

"Kami telah mengamati peningkatan yang sangat tajam terkait dengan kedatangan pengungsi dalam beberapa hari terakhir, di mana lebih dari 60 persen adalah anak-anak," kata Azam.

Sementara itu Komisioner HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein juga memperingatkan hal serupa. Ia menyebut, bila pemilihan umum gagal, maka negara tersebut akan kembali pada masa kekerasan seperti masa lalu.

Proses pemilihan umum presiden Burundi sendiri baru akan dimulai pada 26 Juni mendatang. Presiden Burundi saat ini Pierre Nkurunziza belum secara terbuka menyatakan keinginannya maju untuk ketiga kalinya dalam pemilu tersebut,

Associated Press mengabarkan bahwa para pengungsi Burundi terpaksa meninggalkan rumahnya. Mereka mengaku khawatir karena sejumlah kerabat mereka ada yang hilang dan adanya tekanan dan paksaan untuk setia terhadap partai penguasa.

Sejumlah pengungsi menuturkan bahwa milisi pemuda kerap melakukan cara-cara kekerasan sebagai pendekatan pada para pemilih Burundi. Milisi itu dikenal dengan nama Imbonerakure, terdiri dari anggota liga pemuda partai yang berkuasa dan sering dituduh melanggar hak asasi manusia di Burundi utara. Human Rights Watch menuduh Imbonerakure berpartisipasi dalam pembunuhan baru-baru ini yang menewaskan 47 orang di provinsi utara Cibitoke. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA