Langkah bantuan Arab Saudi itu dilakukan setelah serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi serta sekutu di Teluk Arab lainnya belum berhasil menghentikan kemajuan kelompok Houthi di Yaman.
Termasuk dalam bantuan informasi intelijen itu adalah data-data sensitif yang akan memungkinkan Saudi untuk lebih meninjau targe dalam pertempuran.
"Kami telah membuka sedikit celah yang lebih lebar dengan apa yang kita bagi dengan rekan Saudi," kata pejabat Amerika Serikat anonim kepada
Reuters (Jumat, 10/4).
"Kami membantu mereka mendapatkan pengertian yang lebih baik dari medan perang dengan kekuatan Houthi. Kami juga membantu mengidentifikasi area udara yang harus mereka hindari untuk meminimalkan korban sipil," sambungnya.
Namun demikian, baik Gedung Putih maupun Pentagon enggan berkomentar secara khusus ketika ditanya tentang perluasan informasi intelijen yang dibagi.
"Amerika Serikat menyediakan intelijen yang diperlukan dan tepat waktu bagi mitra kami untuk membela Arab Saudi dan menanggapi upaya lain untuk mendukung pemerintahan yang sah dari Yaman," kata juru bicara Gedung Putih Alistair Baskey.
[mel]
BERITA TERKAIT: