"Gagasan bahwa kita akan mengkondisikan Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir dalam kesepakatan yang diverifikasi dengan pengakuan Iran atas Israel sama dengan menyebut bahwa kita tidak akan menandatangani kesepakatan kecuali rezim Iran bertransformasi sepenuhnya," kata Obama dalam sebuah wawancara dengan National Public Radio (NPR) seperti dimuat
Reuters (Senin, 6/4).
"Artinya, saya pikir, salah perhitungan yang fundamental," tambahnya.
Perlu diketahui, Iran dan enam negara kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, Tiongkok, dan Rusia atau yang dikenal juga dengan istilah P5+1 berhasil menemukan kata sepakat terkait nuklir setelah menggelar pertemuan selama delapan hari di Lausanne Swiss pekan lalu.
Berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan mengurangi kapasitas pengayaan uranium. Sebagai balasannya, Iran akan mendapatkan imbalan berupa pencabutan sanksi.
Setelah kesepakatan awal tersebut, Iran dan enam negara kekuatan dunia akan menyusun kesepakatan nuklir yang komprehensif pada tanggal 30 Juni mendatang. Namun demikian, dalam kesepakatan itu tidak memuata danya pengakuan Iran atas Israel.
[mel]
BERITA TERKAIT: