Dalam sebuah keterangan yang dirilis pada Kamis (3/4), Wakil Sekretaris Jenderal untuk hubungan kemanusiaan Valerie Amos menyebut, di antara korban tewas terdapat wanita dan anak-anak.
Bukan hanya itu, serangan udara yang dimaksudkan untuk melumpuhkan kelompok militan Houthi itu juga melukai sekitar 1.700 orang lainnya. Sekitar 90 di antaranya adalah anak-anak.
Konflik yang terjadi di Yaman juga menyebabkan puluhan ribu orang angkat kaki dari Yaman. Sebagian di antara mereka menyeberangi laut Djibouti dan Somalia.
"Mereka yang terlibat dalam pertempuran harus memastikan bahwa rumah sakit, sekolah, kamp-kamp serta infrastruktur untuk warga sipil yang mengungsi, terutama di daerah-daerah padat penduduk, tidak ditargetkan atau digunakan untuk tujuan militer," kata Amos seperti dimuat
Press TV.
Arab Saudi sendiri melancarkan serangan udara sejak 26 Maret lalu untuk mengembalikan kekuasaan pada mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi.
[me]
BERITA TERKAIT: