Begitu bunyi laporan yang dimuat di surat kabar
Jerman Welt am Sonntag pada Minggu (29/3) dan dikutip
Press TV.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa, kurangnya bantuan medis itu bisa menjadi akar masalah yang menyebabkan insiden kecelakaan pesawat Germanwings di pegunungan Alpen baru-baru ini yang menewaskan 150 orang di dalamnya.
Laporan itu mengutip penyataan dari seorang sumber anonim yang dengan dengan isu. Sumber itu mengatakan bahwa posisi pekerjaan medis di Lufthasan tetap kosong untuk waktu yang lama. Dengan kondisi seperti itu, pelayanan kesehatan yang baik kurang disediakan oleh Lufthansa. Sehingga sulit untuk mendeteksi kondisi psikologis sekitar 5.400 pilot maskapai tersebut.
Berdasarkan laporan yang sama disebutkan bahwa Lufthansa mempekerjakan sekitar 20 doktor yang bekerja di pusat medis di Frankfurt, Hamburg, dan Munich. Ada juga lima dokter tambahan yang disediakan untuk pilot di fasilitas medis bandara Frankfurt Jerman.
Jumlah petugas medis itu dinilai belum cukup untuk menyediakan bantuan yang memadai untuk para pilot.
Laporan itu muncul beberapa saat setelah muncul dugaan bahwa co-pilot pesawat Airbus A320 nahas itu, Andreas Lubitz sengaja membawa pesawat hingga menabrak pegunungan Alpen. Lubitz sendiri menurut catatan medis telah melakukan perawatan untuk masalah depresi yang dialaminya.
[mel]
BERITA TERKAIT: