Mengetahui kejadian tersebut, mantan kekasih Lubitz, yakni pramugari berusia 26 tahun bernama Maria W teringat perkataan Lubitz tahun lalu. Kata Maria, Lubitz pernah menyebut bahwa suatu saat, semua orang akan mengenal namanya.
"Suatu saat, saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah semua sistem, dan semua orang akan tahu dan mengingat nama saya," kata Maria mengulang kalimat yang pernah dikatakan Lubitz padanya.
Pernyataan itu disampaikan Maria dalam sebuah wawancara dengan
Bild seperti dimuat
Asia One (Sabtu, 28/3).
Maria sendiri masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia mengaku tidak menyangka bila sang mantan kekasih dituding menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
Menurut Maria, jika mantan kekasihnya itu sengaja menyebabkan kecelakaan pesawat, itu pasti karena ia memahami bahwa dengan masalah kesehatannya, maka mimpi besar Lubitz untuk bekerja di Lufthansa sebagai kapten dan sebagai pilot penerbangan jarak jauh hampir mustahil.
Sebelumnya juga muncul laporan bahwa Lubitz pernah meminta bantuan psikiater atas serangan depresi serius yang dialaminya pada tahun 2009.
Nama Lubitz sendiri dituding menyusul laporan awal rekaman kotak hitam pesawat yang menunjukkan bahwa sesaat sebelum kejadian, Lubitz hanya sendirian di dalam kokpit dan ia yang membuat pesawat turun dengan ketinggian yang drastis. Ia tidak menggubris kapten pilot yang menggedor-gedor pintu kokpit untuk dibukakan pintu. Ia pun tidak menjawab panggilan dari pengatur lalu lintas udara yang memperingatkannya soal ketinggian.
[mel]
BERITA TERKAIT: