"Mungkin tepat bila saat ini langit terbuka dan menangis untuk Lee Kuan Yew," kata Lee dalam pidatonya di upacara pemakaman sang Ayah di Pusat Kebudayaan Universitas (UCC), National University of Singapore setelah menempuh perjalanan akhir dari Gedung Parlemen siang ini (Minggu, 29/3).
Dalam pidato emosional, Lee menyebut bahwa meskipun ayahnya tidak hidup untuk melihat perayaan ulang tahun ke-50 di Singapura akhir tahun ini, namun ia sempat melihat pembangunan Singapura hingga ajal menjemputnya.
"Bagi mereka yang mencari monumen Lee Kuan Yew, warga Singapura dapat menjawab dengan bangga 'lihatlah sekeliling anda'," sambung Lee.
Ia menambahkan, sosok Lee Kuan Yew telah mewariskan prinsip dan gagasannya bagi Singapura.
"Kita semua kehilangan seorang ayah. Kita semua berduka sebagai satu bangsa," kata Lee.
"Duka yang kita bagi bersama untuk Lee Kuan Yews membawa kita semua menjadi lebih dekat bersama, menjadikan kita lebih kuat" tambahnya seperti dimuat
Channel News Asia.
Upacara pemakaman Lee Kuan Yew masih berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17.15. Sejumlah pemimpin negara dan tokoh dunia ikut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Lee Kuan Yew.
[mel]
BERITA TERKAIT: