Dalam acara terbuka itu Putin menyebut bahwa warga Rusia telah menunjukkan patriotisme yang menakjubkan dengan mendukung aneksasi Krimea. Hal itu, kata Putin, merupakan semacam pengembalian sejarah Rusia.
"Kami memahami bahwa dalam hal Krimea itu bukan masalah hanya beberapa wilayah, namun strategis," kata Putin.
"Ini adalah masalah jutaan orang Rusia, rekan-rekan kita, yang membutuhkan bantuan dan dukungan kita," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
Dalam kesempatan itu ia juga mengakui bahwa Rusia menghadapi bahaya dan saksi Barat sejak memilih untuk menganeksasi Krimea. Kata Putin, sanksi yang dikenakan pada individu dan sektor ekonomi utama oleh Barat tidak berimbas fatal. Namun demikian cukup menganggu pembangunan.
Putin sendiri menyalahkan nasionalisme ekstrim di Kiev yang berimbas pada konflik di Krimea Februari 2014 lalu. Kendati demikian, ia berharap masih bisa melanjutkan hubungan baik dengan Ukraina ke depannya.
Diketahui, Krimea diambil alih oleh Rusia beberapa bulan setelah gelombang unjuk rasa yang menggulingkan Presiden Ukraina pada saat itu, Viktor Yanukovych.
Dalam beberapa minggu, pemberontak pro-Rusia telah mengambil alih kota di timur Ukraina itu dan memicu konflik dengan angkatan bersenjata Ukraina yang telah menyebabkan lebih dari 6 ribu kematian dan sekitar 1.1 juta orang mengungsi.
[mel]
BERITA TERKAIT: