Dalam video yang berjudul "Education In The Caliphate" itu, ISIS menampilkan setidaknya ada 20 anak laki-laki yang belajar, berdoa, makan, serta menjalani pelatihan pertahanan dengan senjata di wilayah yang dikuasi oleh kelompok terorisme.
Menurut pengamat, hal itu merupakan langkah baru ISIS untuk menjangkau pendukungnya di Asia Tenggara.
"Telah ada lonjakan dalam material berbahasa melayu dan Indonesia yang diposting ISIS secara online," kata seorang analis riset di S. Rajaratnam School of International Studies, Jasminder Singh.
"Ada video sebelumnya yang menampilkan anak-anak Arab dan Asia Tengah, dan jelas mereka sekarang menjangkau target pendukung di Asia Tenggara," sambungnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh seorang peneliti dari Barometer Institute, Robi Sugara.
"Mereka (ISIS) ingin mencari dukungan keuangan, dan untuk menarik orang Indonesia dan Malaysia untuk bermigrasi ke kekhalifahan," ujarnya seperti dimuat
Asia One (Selasa, 17/3).
[mel]
BERITA TERKAIT: