Pasalnya, ketika dievakuasi, jasad pilot berusia 42 tahun yang diketahui bernama Liao Chien-tsung itu masih berada dalam keadaan tengah memegang joystick di kokpit pesawat.
Di tengah keaadan darurat, sang pilot diketahui sempat mengarahkan pesawat untuk melitas dengan cara memiringkan badan pesawat agar tidak menabrak apartemen dan bangunan komersial lainnya. Kendati demikian, pesawat itu masih belum juga berhasil diselamatkan karena akhirnya menabrak jembatan dan terhempas ke sungai.
Pilot dinilai berhasil mencegah lebih jatuhnya korban jiwa dengan membawa pesawat menghindar agar tak menabrak bangunan lain.
"Mereka masih mencoba menyelamatkan pesawat hingga detik-detik terakhir," kata media Taiwan merujuk pada pernyataan seorang investigator seperti dimuat
Reuters (Jumat, 6/2).
Bila pilot tidak melakukan hal itu, jumlah korban jiwa bisa saja melonjak lebih banyak.
Pesawat naas bernomor penerbangan GE235 itu diketahui mengangkut 58 orang yang terdiri dari penumpang dan awak. Sejauh ini ada 31 orang yang diidentifikasi tewas, 12 orang lainnya masih hilang dan 15 lainnya selamat.
[mel]