Penyebab pasti jatuhnya pesawat jenis Airbus A320 itu sendiri juga masih belum dapat dipastikan. Sehingga, agaknya masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah pesawat yang bertolak dari Surabaya menuju Singapura itu jatuh karena kesalahan pilot, masalah teknis, masalah cuaca, ataupun kombinasi sejumlah faktor lainnya.
Namun ada sejumlah spekulasi yang menyebut bahwa pilot sepertinya kehilangan kendali dan tidak mampu mengendalikan pesawat di saat kritis hingga terjun ke lautan.
Hal itu kembali memicu timbulnya kritik yang menyebut bahwa program pelatihan pilot harusnya bisa lebih ditingkatan agar para pilot terlatih ketika menghadapi kondisi kritis dalam penerbangan.
"Pelajaran (dari kejadian ini) belum dipelajari saat ini," lata salah satu komentator terkemuka industri keselamatan penerbangan David Learmount.
"Semua orang tahu apa masalahnya, tapi tidak ada yang melakukan sesuatu tentang hal itu," sambungnya.
Alasan mengapa pelatihan pilot semacam itu perlu ditingkatkan adalah, dalam beberapa kasus ditemukan bahwa pilot yang kehilangan kontrol menjadi penyebab tunggal kecelakaan udara. Dua contoh kasus yang pernah terjadi adalah tragedi jatunnya pesawat Air France yang terbang dari Rio De Janeiro menuju Paris pada tahun 2009 dan turboprop Colgan Air di dekat Buffalo, New York.
Dalam kedua kasus tersebut, pilot yang menghadapi kondisi kritis diduga mengabaikan peringatan soal kemungkinan pesawat menghadapi
stall, atau kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkatnya karena aliran udara di atas sayap terlalu lambat.
Seperti dimuat
Reuters (Jumat, 9/1), dalam pelatihan klasik terkait
stall, pilot biasanya diserukan untuk mendorong kontrol agar tetap maju membawa pesawat turun sehingga akan terbang lebih rendah hingga mengembalikan kecepatan yang stabil. Kondisi tersebut efektif akan tetapi kurang memerikan kenyamanan.
Namun selama 30 tahun terakhir, sebagian besar maskapai mendorong pilot agar bisa lebih membawa pesawat dalam keadaan stabil keluar dari kondisi
stall dengan meningkatkan level pesawat sebisa mungkin.
Menurut mantan kepala pilot uji coba Airbus, Claude Lelaie, dalam pelatihan
stall, prosedur semacam itu tidaka akan membantu dan justru menyebabkan kecelakaan lebih lanjut. Karena itu ia menyerukan pentingnya memastikan bahwa pilot menerima pelatihan penyegaran reguler terkait prosedur di kokpit.
[mel]
BERITA TERKAIT: