Shinzo Abe Siapkan Pernyataan Permintaan Maaf Baru Soal Perang Dunia II

Sinyal Perbaikan Hubungan Jepang dengan Tiongkok dan Korea Selatan?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 06 Januari 2015, 13:12 WIB
Shinzo Abe Siapkan Pernyataan Permintaan Maaf Baru Soal Perang Dunia II
foto: perdana menteri jepang shinzo abe/net
rmol news logo Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat gebrakan baru di awal tahun ini dengan menyebut bahwa ia akan merilis pernyataan penyesalan atas tindakan Jepang semasa Perang Dunia II pada tahun ini.

"Saya ingin menulis penyesalan Jepang atas perang, sejarah pasca perang sebagai bangsa yang cinta damai dan bagaimana hal itu bisa berkontribusi untuk kawasan Asia Pasifik dan dunia," kata Abe dalam konferensi pers pertamanya tahun ini (Senin, 5/1).

Pernyataan itu sendiri diperkirakan akan dikeluarkan Abe dalam perayaan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus mendatang.

Japan Times memuat, dalam mempersiapkan pernyataan penyesalan terbaru itu, pemerintah Jepang akan melakukan pengawasan ketat. Pasalnya, pernyataan tersebut memiliki implikasi yang kuat bagi hubungan bilateral Jepang dengan Tiongkok dan juga Jepang dengan Korea Selatan.

Perlu diketahui, Tiongkok dan Korea Selatan merupakan negara yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Jepang. Korea Selatan, khususnya, kerap menuntut permintaan maaf atas kejahatan perang yang dilakukan selama pendudukan Jepang di Korea semasa Perang Dunia II, terutama terkait perbudakan seksual wanita-wanita Korea.

Tiongkok dan Korea Selatan agaknya menanti pernyataan penyesalan Abe ini, apakah juga akan sejalan dengan Murayama Statement (Pernyataan Muaryama) 1995.

Perlu diketahui, Pernyataan Murayama adalah pernyataan permintaan maaf resmi yang dikeluarkan semasa pemerintahan Perdana Menteri Jepang ke-81, Tomiichi Murayama dalam peringatan 50 tahun berakhirnya Perang Dunia II tahun 1995 lalu.

Pernyataan resmi semacam itu menunjukkan sikap serta posisi pemerintah Jepang atas catatan sejarahnya. Hal itu merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi hubungan bilateral Jepang dengan Korea Selatan ataupun Jepang dangan Tiongkok.

Ketika ditanya, apakah akan juga menegakkan Pernyataan Murayama, Abe hanya menyebut bahwa pemerintahannya telah dan akan menegakkan pernyataan yang dkeluarkan oleh pemerintah di masa lalu.

Abe menambahkan, pernyataan terbaru yang akan ia keluarkan merupakan bentuk keinginan Jepang untuk secara proaktif berkontribusi dalam perdamaian dunia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA