"Jenazah pertama dengan label peti B005 dengan metode DNA pembanding bapak dan ibu kandung dan metode sekunder diketahui berjenis kelamin wanita berusia 45 tahun dan mengenakan properti kaus hitam dengan celana jeans biru dongker. Data ini didukung berdasarkan rekaman CCTV bandara. Diketahui ia adalah Shiane Josal, wanita asal Makasar," jelas Arthur dalam keterangan pers di RS Bhayangakra Surbaya beberapa saat lalu.
Jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi, jelasnya, adalah jenazah berlabel peti B022 atas nama Toni Limanksita. Ia adalah seorang laki-laki berusia 42 tahun asal Surabaya.
"Ia diidentifikasi dengan menggunakan metode primer berupa sidik jari identik antara post mortem dan antem mortem serta data sekunder dan properti yang terakhir dikenakannya saat boarding," kata Arthur.
Kemudian Jenazah yang ketiga yang berhasil diidentifikasi adalah jenazah berlabel peti B021 atas nama Lim Yan Koen. Ia adalah seorang laki-laki berusia 61 tahun asal Surabaya
"Jenazah terakhir asalah Yongki Jou, laki-laki berusia 53 tahun asal Surabaya. Jenazah dengan label B029 itu diidentifikasi dengan data primer sidik jari dan sejumlah data sekunder," tandasnya.
Dengan demikian, telah ada 13 jenazah korban yang telah berhasil diidentifikasi sejak pekan lalu.
Pihak rumah sakit pun segera melakukan upacara penyerahan jenazah ke pihak AirAsia dan diberikan kepada keluarga untuk segera dikebumikan.
[mel]
BERITA TERKAIT: