Rivera sendiri diketahui saat ini masih ditahan di penjara Amerika Serikat sejak tahun 1981 lalu. Ia dinilai berkonspirasi dengan militan lain yang berusaha untuk mengamankan kemerdekaan Puerto Rico.
Reuters mengabarkan, pada tahun 1999 lalu, Rivera pernah menolak tawaran grasi bersyarat dari Presiden Bill Clinton.
"Satu-satunya cara agar saya menggunakan kekuasaan presiden saya untuk menempatkan (Leopoldo Lopez) di pesawat, sehingga ia bisa pergi ke Amerika Serikat dan tinggal di sana, adalah mereka (Amerika Serikat) akan memberi saya Oscar Lopez Rivera,
man for man," kata Maduro dalam siaran di televisi (Minggu, 4/1).
Lopez sendiri diketahui merupakan seorang pimpinan oposisi yang sempat berupaya menggulingkan Maduro dalam gelombang demonstrasi tahun lalu. Gelombang demontasrasi selama tiga bulan itu diketahu sempat memicu potensi kudeta.
Penangkapan Lopez memicu respon dari Amerika Serikat, tak terkecuali Presiden Barack Obama, yang menyerukan agar Lopez dibebaskan.
[mel]
BERITA TERKAIT: