"Alasan utama kunjungan ini adalah bencana, termasuk penerbangan MH17 (yang jatuh) di Ukraina pada tanggal 17 Juli," kata kata pernyataan dari Kementerian Hubungan Umum Belanda dalam sebuah pernyataan (Selasa, 4/11).
"Sejak saat itu, Belanda bekerja erat dengan Australia dan Malaysia untuk memulangkan jasad dan barang-barang pribadi milik para korban secepat mungkin, meninvestigasi kecelakaan, dan menyeret pihak yang bertanggung jawab dengan hukum," sambung pernyataan yang sama dikutip
Ria Novosti.
Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa PM Malaysia Najib Razak dan PM Australia Tony Abbott akan mengunjungi Belanda. Rutte berencana memperpanjang bantuan timbal balik terkait kecelakaan pesawat itu serta memperkuat hubungan bilateral baik dengan Malaysia ataupun Australia secara keseluruhan.
Belanda sendiri diketahui memimpin penyelidikan atas kecelakaan yang terjadi pada pesawat naas MH17 yang jatuh di di wilayah Donetsk, Ukraina dalam perjalannnya dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.
Dalam kejadian 283 penumpang dan 15 kru pesawat tak ada satupun yang ditemukan dalam keadaan selamat. Hingga saat ini belum jelas apa penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut, Baik pemerintah Ukraina maupun kelompok pemberontak yang menduduki wilayah dekat lokasi kejadian sama-sama saling tuding bahwa pihak lawan telah menembak jatuh pesawat.
[mel]