Zona penyangga itu dikabarkan akan membantang sepanjang 13 kilometer di perbatasan kedua negara.
Merujuk pada laporan media lokal Mesir,
BBC (Rabu, 28/10) mengabarkan, para penduduk yang tinggal di sepanjang perbatasan tersebut untuk segera meninggalkan rumah mereka agar bisa segera dihancurkan demi membangun zona penyangga tersebut.
Di zona penyangga itu, Mesir juga akan mencegah pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan dengan Jalur Gaza itu dengan membuat parit berisi air. Diketahui, terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dan Sinai Mesir telah memainkan peran penting dalam perekonomian Palestina yang bertahan dari blokade ekonomi yang dilakukan ole Israel dalam konfrontasi dengan Hamas. Hal itu juga dilakukan demi memblokir penyelundupan senjata dari dan ke Gaza.
Langkah itu diambil menyusul tudingan Mesir terhadap pemerintahan Hamas di Jalur Gaza yang dinilai telah mendanai militan di wilayah Sinai. Namun Hamas telah membantah tuduhan itu.
Diketahui kelompok militan melancarkan aksi di wilayah Sinai. Dalam sebuah serangan pekan lalu, ada lebih dari 30 tentara Mesir yang tewas setelah militan melancarkan serangan bom di pos militer di Sinai.
Setelah insiden mematikan itu, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meloloskan aturan yang memberikan otoritas bagi militer untuk melindungi fasilitas negara seperti pembangkit listrik, jalan-jalan utama, serta jembatan.
Bukan hanya itu, Mesir bahkan menerapkan keadaan darurat serta memberlakukan jam malam selama tiga bulan di wilayah Sinai demi meningkatkan keamanan.
[mel]
BERITA TERKAIT: