Begitu laporan dari kelompok pengawas yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights pada Kamis (23/10) dikutip
Reuters.
Disebutkan dalam laporan, dari total militan yang tewas, sekitar 464 diantaranya merupakan gerilyawan ISIS yang masih terus melancarkan serangan ke sebagian wilayah Irak dan Suriah. Sementara itu 57 lainnya adalah gerilyawan dari kelompok yang berafiliasi dengan al Qaeda, Nusra Front.
Sementara itu di antara korban sipil yang tewas, enam di antaranya adalah anak-anak dan lima adalah wanita.
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat itu menargetkan sejumlah wilayah di Suriah yang diduduki ISIS seperti Aleppo, Deir al-Zor, Idlib, Raqqa dan al-Hassakah.
Diketahui Amerika Serikat mulai melancarkan kampanye serangan udara untuk melawan kelompok militan ISIS di Irak sejak bulan Juli sedangkan serangan udara di Suriah mulai dilancarkan sejak September lalu. Serangan udara yang dilancarakan Amerika Serrikat itu turut mendapat dukungan dari sekutunya baik di Eropa maupun Arab.
Amerika Serikat membenarkan aksinya tersebut dengan menggunakan pasal 51 dari Piagam PBB di mana disebutkan bahwa ada hak individu atau kolektif untuk membela diri terhadap serangan bersenjata.
[mel]
BERITA TERKAIT: