Kepala sekretaris Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, Hassan Tukur menyebut bahwa perjanjian itu dibuat pada Kamis malam (16/10) setelah satu bulan negosiasi dengan perwakilan Boko Haram.
"Kami telah menyepakati pembebasan anak sekolah Chibok dan kami berharap untuk menyimpulkan pada pertemuan berikutnya dengan perwakilan kelompok pekan depan di Chad," kata Tukur dikabarkan
CNN (Jumat, 16/10).
Namun belum dirilis lebih lanjut detil soal kapan, di mana, dan bagaimana pembebasan para gadis sekolah akan dilakukan.
Tukur menjelaskan bahwa pejabat nigeria bertemu dengan perwakilan Boko Haram di Chad selama dua kali dengan mediasi presiden Chad Idriss Deby.
"Kelompok ini telah menunjukkan kesediaan untuk mematuhi perjanjian yang ditunjukkan dengan merilis sandera asal Tiongkok dan Kamerun beberapa hari lalu," kata Tukur.
Boko Haram yang bila diartikan bermakna "pendidikan barat adalah dosa" itu merupakan kelompok militan yang berupaya mendirikan negara Islam dan menerapkan hukum syariah secara keras.
Kelompok yang didirikan 12 tahun lalu oleh Mohammed Yusuf itu melancarkan aksi anarki terhadap warga sipil di Nigeria dan wilayah perbatasan.
Salah satu aksi yang menjadi sorotan dunia adalah ketika Boko Haram menculik lebih dari 250 gadis dari sekolahnya di wilayah Chibok pertengahan April lalu. Aksi tersebut mendapat kecaman dari seluruh dunia. Setidaknya hal itu terlihat dari kampanye #BringBacksOurGirls yang disuarakan oleh sejumlah tokoh internasional melalui sosial media.
Kendati puluhan gadis itu telah ada yang berhasil melarikan diri dari penculikan, namun masih ada lebih dari 200 gadis yang berada di tangan Boko Haram.
[mel]
BERITA TERKAIT: