Dalam keterangan resminya, Kementerian Informasi Myanmar menyebut para tahanan itu diberikan kebebasan dengan alasan kemanusiaan. Sebagian besar dari tahanan yang diberikan amnesti adalah pelaku tindak kejahatan ringan, sebagian lainnya merupakan tahanan politik.
Komite Pemeriksaan Tawanan Politik menyatakan, di antara para tahanan yang dibebaskan terdapat 13 orang tahanan politik. Delapan di antara mereka adalah mantan perwira intelijen militer senior yang ditahan setelah penggulingan mantan kepada intelijen dan Perdana Menteri Khin Nyunt tahun 2004 lalu.
BBC mengabarkan, pengampunan yang diberikan itu merupakan kepentingan perdamaian dan stabilitas Myanmar serta bagian dari proses reformasi.
Presiden Thein Sein, yang menjabat sejak tahun 2011 telah berjanji untuk membebaskan semua tahanan politik hingga akhir tahun ini. Sejak menjabat, ia tercatat telah mebebaskan lebih dari 1.000 tahanan politik.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: